Panik
Aku
adalah seorang siswa di Madrasah Aliyah Negeri Model Bangkalan,tepatnya di
jalan soekarno hatta nomer 5 Bangkalan,dengan kode pos 69116,aku sekarang duduk
di kelas sebelas dengan jurusan ipa,aku senang berada di kelasku ini,teman-teman
ku baik semua.
Kami seperti keluarga di kelas ini,senang maupun susah kami lalui bersama,tanpa mengenal waktu,selama kami bersama maka kami merasa kamilah yang terkuat,terbaik,terpintar,tergaul,terpopuler,dan sebagainya,sungguh kesombongan yang menyenangkan.
Walaupun kami tidak pintar-pintar amat,tapi kalau soal bercanda dan bikin onar,kelas kami sepertiya menduduki peringkat nomer satu, di bandingkan kelas-kelas yang lainnya,hingga di suatu hari kami mendapat guru baru yang galaknya minta ampun,kamipun harus memutar haluan kebiasaan kami yang semula nakal menjadi rajin,itulah ujar guru kami yang satu ini,sebut saja mr.x.
hari-demi hari kami lewati dengan penuh ketegangan seakan-akan kami di penjara di dalam sel tahanan yang penuh dengan ranjau,dan bisa saja meledak sewaktu-waktu sesuai keinginan penjaganya,kepanikanpun terlihat di raut wajah setiap siswa dan siswi di kelas kami.
Kini tiba saatnya bagi kami untuk melaksanakan ujian tengah semester genap,dan entah kenapa kami dengan mudahnya bisa mengerjakan soal-soal yang tertera di lembar soal UTS tersebut,kini kami sadar,bahwa yang kami perlukan untuk menjadi orang sukses adalah sedikit dorongan dari seorang guru atau pembimbing yang tegas dan bertanggung jawab.
Kami seperti keluarga di kelas ini,senang maupun susah kami lalui bersama,tanpa mengenal waktu,selama kami bersama maka kami merasa kamilah yang terkuat,terbaik,terpintar,tergaul,terpopuler,dan sebagainya,sungguh kesombongan yang menyenangkan.
Walaupun kami tidak pintar-pintar amat,tapi kalau soal bercanda dan bikin onar,kelas kami sepertiya menduduki peringkat nomer satu, di bandingkan kelas-kelas yang lainnya,hingga di suatu hari kami mendapat guru baru yang galaknya minta ampun,kamipun harus memutar haluan kebiasaan kami yang semula nakal menjadi rajin,itulah ujar guru kami yang satu ini,sebut saja mr.x.
hari-demi hari kami lewati dengan penuh ketegangan seakan-akan kami di penjara di dalam sel tahanan yang penuh dengan ranjau,dan bisa saja meledak sewaktu-waktu sesuai keinginan penjaganya,kepanikanpun terlihat di raut wajah setiap siswa dan siswi di kelas kami.
Kini tiba saatnya bagi kami untuk melaksanakan ujian tengah semester genap,dan entah kenapa kami dengan mudahnya bisa mengerjakan soal-soal yang tertera di lembar soal UTS tersebut,kini kami sadar,bahwa yang kami perlukan untuk menjadi orang sukses adalah sedikit dorongan dari seorang guru atau pembimbing yang tegas dan bertanggung jawab.

0 komentar:
Posting Komentar