Kamis, 27 November 2014

Juri lomba tidak adil


  Saat itu aku duduk di kelas enam madrasah  kalu di SMP kelas delapan  dulunya di kelasku ada dua puluh murid, tapi saat itu karena kebanyakan sekolah SMP berubah total menjadi delapan orang di antaranya dua orang laki-laki dan enam orang perempuan. Tapi saya pribadi walaupun sudah SMP tetap saja sekolah madrasah karena itu sangat penting bagi saya. Di sekolah tersebut mempelajari tentang keagamaan, dengan demikian itu bisa ditanyakan di akhirat kelak nanti.
                Hari itu di madrasahku mengadakan lomba sholawatan, lomba tersebut diadakan satu tahun sekali, dimana pada saat  bulan maulid nabi Muhammad SAW, lombanya mendadak sekali semua murid di beri waktu untuk berlatih dua hari, adik kelasku latihan dengan begitu juga dengan kelasku, di lomba tersebut maksimal enam orang tidak boleh lebih, jika tidak ikut akan di denda sebesar Rp.50.000, dan di panggil oleh nyai (selaku pengasuh pondok pesantren sekaligus pengurus madrasah).
                Saat itu dikelasku punya fikiran untuk tidak ikut lomba, karena ada anak nyai ikut, yakni kelas empat. Tapi itu semua tidak mungkin karena ada resikonya, dan itu menambah permasalahan bagi kelas kami. Wali kelasku menyrankan untuk ikut saja, siapa tahu menang. Dengan mendengarnya pembicaraan wali kelas, akhirnya kami ikut dan bertindak untuk latihan demi kelas enam dan juga wali kelas. Semua temanku berlatih dengan semangat begitu pula denganku. Saya sebagai vokalnya sedangkan temanku yang lainnya sebagai kor saja
                Lomba sudah di mulai,dan anak nyai itu sudah menampilkan diri bersama teman-temannya. Nah, selanjutnya giliran kelasku,semua teman-temanku salim ke wali kelas agar lombanya lancer, dan saatnya saya menyanyikan sholawat bersama teman-teman. Semua adik kelas termasuk juri memberikan tepuk tangan yang meriah,selesailah saya menyanyi saya menunggu pengumuman kejuaraan , semua temankuu berharap lomba tersebut benar-benar adil seadil adilnya dari juri tak mandanga anak nyai atau siapapun.

                Pengumuman sudah di beri tahukan, dan saya tahu kalau kelas enam juara 3,kelas 2 juara 2,kelas empat juara satu. Saya kaget termasuk wali kelasku,di antara semua kelas paling bagus adalah kelasku,semua temanku kecewa dengan semua ini karena merasa tidak adil, nyai bilang “sudah kalian ngalah sebenarnya juara satu memang kalian”. Ngalah si,,, ok kenapa anaknya sendiri yang juara satu kenapa tak kelas yang lebih rendah lagi. Teman-temannkun tak mau mengambil hadiahnya dan kami juga jerah ikut lomba karena tak satu lomba yang tak adil bahkan hampir semua lomba yang begitu. Kami benar-benar kecewa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.

0 komentar:

Komentar Terakhir

DUMOC'S evolution | Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all