Kamis, 27 November 2014

Pawai yang menyebalkan


   Saat itu saya duduk di kelas sembilan  SMP, kelas Sembilan terdiri dari empat kelas yakni dari kelas A sampai kelas D, dan kebetulan saat itu juga kelulusan SMP semua kelas mempunyai fikiran atau rencana juga  bersepakat untuk ikut pawai,semua bergembira karena adnya pawai, saya tak mau ikut pawai atau tak mau dengan rencana temanku  karena itu tak ada manfaatnya adanya mencari masalah dengan Polisi sebab hal itu tidak boleh di lakukan oleh SMP, tapi jika SMA tak apa katanya si,,.
                Semua kelas rata-rata ikut termasuk kelasku,saya di paksa oleh temanku untuk ikut pawai dan saya tetap tak mau karena saya takut. Temanku marah karena saya tak mau ikut dan ia berkata kalu saya tak kompak, jujur saya kecewa dengan pendengaran itu karena hal tersebut benar-benar salah dan tak baik untuk para siswa dan siswi. Jikapun tak kompak dalam hal tersebut juga tak apa dan tak ada masalah tapi jika tak kompak dalam kelompok baru itu tak boleh
                Tapi pada akhirnya saya ikut juga karena saya tak mau temanku marah padaku,tapi saya tak mau ikut coret-coretan cuman ikut pawainya saja.  Temanku senang sekali mendengar saya ikut, nantinya berkumpul di jalan CANTIAN, jam 08.00, memaki pakain sekolah dan nantinya berangkat bersama-sama. Saya  takut sekali mengikuti hal itu, karena takutnya di kejar-kejar polisi. Sayapun berangkat dari rumah sesuia rencana temanku yakni jam 08.00, setelah sampai di gang CANTIAN sudah banyak anak-anak yang berkumpul.
                Semua teman-temannku mencoreti bajunya masing-masing kecuali saya , tapi na’asnya baju saya kenak coret dikit oleh teman saya, sayapun langsung  menangis di tempat tersebut, dan saya takut di marahin ibu saya karena bajunya di coret. Saya menjerit untuk mintak pulang pada teman saya, Tapi teman saya tak mau jika saya pulang, sayapun tak berhenti menangis dan akhirnya saya pasrah dan tak pulang. Dengan itu semua teman berangkat mengelilingi sepanjang jalan.

                Dan dugaanku benar polisi mengejarku,dan polisi tersebut tepat di belakangku, saya  gemeteran dan teman saya ngebut agar bisa menghindari polisi, tapi Alhamdulillah polisi berhenti mengejar kami, sayapun langsung pulang, dan berfikir hal itu lucu karena temanku di kejar polisi tertawa bukan tegang, sedangkan saya pucat dan cemas . Saya mintak pulang dan akhirnya saya pulang dan menenangkan diri di rumah dan mengucapkan Alhamdulillah sampai rumah.

0 komentar:

Komentar Terakhir

DUMOC'S evolution | Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all